Blogger Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 November 2015

DOSEN MAGANG KEMENRISTEK DIKTI-UNPAD 2015

Keinginanku menjadi dosen magang (dosma) Dikti sesungguhnya sudah sejak tahun 2013. Namun apa daya tangan tak sampai. Ketika itu pernah mencoba mendaftarkan diri ikut seleksi namun saat pengumuman di website dikti tidak kutemukan ada nama saya disana hehhehe. Walaupun demikian saya tidak menyerah, di program tahun 2015 ini saya coba lagi dan akhirnya lolos diterima sebagai salah satu peserta pada penyelenggaraan magang dosen dikti tahun 2015 ini.



Kini apa yang saya alami dan saya rasakan selama kurang lebih 4 (empat) bulan ini semuanya tidak ada yang sia-sia, dan malah sudah melebihi harapanku. Tidak lulusnya aku di tahun 2013 kini saya menyadari bahwa itu hanyalah sebuah kesuksesan yang tertunda, kalau saja di tahun 2013 sudah diterima jadi dosmadik maka saya mungkin tidak akan pernah bertemu dengan seisi pondok 3 Romeo hehhehe. Sebuah kebahagiaan terbesar menjalani semuanya, di penghujung program dosmadik (dosma dikti) ini hanya rasa syukur dan terimakasih yang tak terhingga kepada Tuhan dan kepada semua pihak yang terlibat baik dikti, unpad maupun teman-teman dosma di seluruh Indonesia.


Sejumlah lika-liku dan pengalaman selama mengikuti kegiatan dosma DIKTI-UNPAD, semuanya berawal dari 3 Romeo.

Hari itu hari Sabtu tepat tanggal 01 Agustus 2015 sekitar pukul 12.55 WIB saya berangkat dari Surabaya ke Bandung dengan menggunakan pesawat Lion Air. Perjalanan Surabaya-Bandung ditempuh kurang lebih 2 jam. Saya tiba di bandara Husain Bandung sekitar pukul 14.45. Berdasarkan arahan melalui grup whatsapp (WA) oleh bu Rina selaku tim pembina pelaksanaan dosma di Unpad bahwa kalau sudah sampai di Bandung maka silahkan dihubungi pak Sulaiman atau pak Komar. Sejenak istrahat sambil menikmati secangkir teh di bandara, saya mencoba menghubungi pak Sulaiman, dan hasilnya saya diarahkan naik angkot lewat terminal Leuwi Panjang terus ke Jatinangor Square Town (lebih popular dengan istilah ‘Jatos’), dekat perempatan pintu barat Unpad. Nanti kalo sudah di daerah Jatos akan di jemput dan diantar ke pondokan dosen magang unpad, arahan dari pak Sulaiman.

Tak lama setelah berteleponan, tiba-tiba dibenak saya terbayangkan begitu ribetnya naik angkot dengan barang bawaan koper yang lumayan besar yang saya persiapkan untuk bekal perlengkapan selama magang 5 bulan. Membayangkan itu akhirnya timbul dalam pikiran untuk mencoba alternative lain, menelesuri jasa ojek termasuk Go-jek di rumah tetangga (google). Hasil pencarian ojek dan Go-jek tak membuahkan hasil saat itu, akhirnya saya coba alternative lain lagi, teringat waktu saya ke Bandung sebelumnya bahwa pernah rental sepeda motor dan saya hubungi itu dan dijanjikan akan segera diantar ke bandara. Dan akhirnya hari sudah mulai gelap, sekitar pukul 18.00 WIB sepeda motor rentalpun tiba, saya dengan segera bergegas mempersiapkan diri untuk menuju unpad Jatinangor-Sumedang dengan penuh kenekatan.

Singkat cerita akhirnya sekitar jam 9 malam (malam mingggu) saya sampai di Jatos, saya menelepon kembali pak Sulaiman memberitahu bahwa saya sudah di Jatinangor “jatos”. Pak Sulaiman minta saya untuk menunggu, beliau bilang bahwa sudah ada yang pergi menjemput. Tidak lama kemudian munculah seorang pria anak muda gagah perkasa dengan menaiki kendaraan sepeda motornya, namanya A’a Deni. Saya diantarnya masuk ke Sukawening hingga sampai di pondokan dosma yang sudah disiapkan ‘Pondok Tiga Romeo”.

Sebelum saya, ternyata tiga peserta lainnya sudah lebih dahulu datang yakni Pak Syaiful Bahri (IKOM) dari Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Pak Faharudin (Hukum) dari Universitas Dayanu Ikhsanudin dan bu “mba”k Yolla Ramadhani (Manajemen) dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sakti Alam Kerinci.

Mohon maaf teman-teman, terpaksa pending dulu sampai disini  tulisannya karena harus pergi ke "ladang". Di lain waktu kita sambung lagi ceritanya ya........ salam super.







read more

Senin, 22 September 2014

Apa manfaat S3 buat Bangsa Indonesia ?

Malam semakin larut, jarum jam menunjukkkan pukul 00.30 dini hari namun aku masih berada di rumah tetangga alias om google.
Awalnya berniat mencoba browsing mengerjakan tugas mata kuliah Metodologi penelitian lanjut dari Prof Eko, tapi entah apa yang terjadi pada diriku tiba-tiba saja malah tergerak mengetik 3 kata "tips sukses S3" di kotak pencarian google dan hasilnya berhenti dan merenung pada salah satu artikel yang berkaitan mata kuliah Filsafat.

Dalam artikel tersebut saya membaca sebuah cerita percakapan antara mahasiswa dengan seorang professor emeritus Sujana Safiie.

1. Apa perlunya Filsafat Ilmu matakuliah S3 ?
Diawali dengan “Wow filsafat,pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab/berat ”
Mhs S3 perlu diajarkan filsafat secara umum,Agar mahasiswa banyak berfikir. hasilnya agar bersabar dengan tata cara kefilsafatan.
Belajar memecahkan persoalan yang baru, maupun masalah lama yang belum terpecahkan.
Filsafat ilmu mengajarkan metoda ilmiah untuk menemukan sesuatu. Bahwa sesuatu Ilmu pengetahuan ditemukan itu harus bisa diverifikasi dan direproduksi  oleh orang lainnya.
Beliau menyarankan agar membaca buku filsafat karya Prof Yuyun dari UNPAD, Prof Kuntowijoyo ahli filsafat barat(positivisme) dari UGM dan juga Magnisuseno ahli filsafat katolik.

2. Apa manfaat S3 buat Bangsa Indonesia ?
Bangsa Indonesia harus maju. Untuk kemajuan mahasiswa perlu mengetahui moralitas yang baik buat manusia, maupun moralitas yang buruk buat manusia.
Mahasiswa S3 dididik untuk berfikir mandiri,benar dan terarah.

3. Apa kiat-kiat agar dapat menyelesaikan program S3 ?
Harus punya kemauan yang kuat,memiliki daya tahan, ditambah dukungan yang penting yaitu keuangan/dana.
Harus ada proyek pemikiran,Proyek riset yang bagus,Harus ada proposal.
Kunci sukses tuntas S3 adalah Semangat, semangat dan semangat.
Pa Sujana menyelesaikan S3 nya di Amerika Serikat pada tahun 1963-1968 (5 tahun) pada bidang Standar Pengukuran Elektrik, Menikah dengan warga Amerika serikat dikarunia seorang anak. Saat ini beliau sudah berusia 82 Tahun.

4. Apa kaitan Filsafat dengan Agama ?
Cari Keseimbangan antara keduanya.
Kita harus belajar bagaimana agama. Bagaimana mengintepretasikan ayat-ayat suci. Agama (ustadz-ustadz) juga harus menerima modernisasi pemikiran, sepertinya yang diajarkan NurCholis Madjid. Agama mulai dari keimanan,penerimaan, submission.Filsafat mulai dari pemikiran. Cari Keseimbangan agar fikiran tetap modern, tapi submission pada Tuhan.

read more

Jumat, 07 Februari 2014

Profesor Keperawatan termuda di Indonesia dan Pertama di UA.

Pada hari Sabtu, tanggal 18 Januari Universitas Airlangga memiliki profesor baru di bidang Ilmu Keperawatan dengan diselenggarakannya Pengukuhan Jabatan Guru Besar di ruang Garuda Mukti Rektorat Universitas Airlangga dengan dihadiri lebih dari 600 undangan. Dalam pengukuhan tersebut Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons) dari Fakultas Keperawatan dikukuhkan sebagai profesor di bidang Ilmu Keperawatan bersama dengan dua orang professor dari Fakultas Kedokteran. Di orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Nursalam mengusung tema orasi dengan judul Caring Sebagai Dasar Peningkatan Mutu Pelayanan Keperawatan dan Keselamatan Pasien. Pada orasi tersebut Nursalam menekankan bahwa Caring adalah inti dari sebuah praktik keperawatan dan manifestasi dari perhatian kepada orang lain serta merupakan komitmen untuk mencegah terjadinya status yang memburuk, memberi perhatian dan konsen, serta dapat menghormati orang lain.

Prof. Nursalam mesosialisakan singkatan CARE untuk menjelaskan prinsip utama perawat dalam menjalankan peran sebagai perawat professional yaitu Communication, Activity, Review & Responsive, dan Education & Enhancement. Prof. Nursalam menghimbau seluruh perawat untuk selalu bertindak didasari kompetensi yang dimiliki, agar segala hal yang dilakukan dapat membawa manfaat bagi pasien dan masyarakat, dapat dipertanggungjawabkan secara hukum sehingga terhindar dari tindakan malpraktik. Pada sesi terakhir orasi ilmiahnya professor yang juga menjadi profesor keperawatan termuda di Indonesia ini mengajak perawat atau ners untuk selalu instrospeksi diri, belajar menjadi lebih baik, ikhtiar, tawakkal, sabar, dan ikhlas dalam menjalankan profesi ners.

Profesor Nursalam menutup orasinya dengan jargon: The show must go on. Let us go to be great. Journey of a thousand miles can be begun with a single step.

Pidato Orasi Profesor Nursalam silahkan bisa download disini 


RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI

Nama Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons)
NIP 196612251989031004
Tempat/Tanggal Lahir Kediri, 25 -12 - 1966
Agama Islam
Jenis Kelamin Pria
Status Perkawinan Kawin
Nama Istri Rekawati Susilaningrum, M.Kes
Nama Anak 1. Arif Nur Perdana
 2. Austana Nur Haizh
 3. Endanova Nur Hamda
 4. Asyifa Nur Cesarika
Pekerjaan Dosen
Golongan / Pangkat Pembina TK. I / IV/b
Jabatan Akadenik Profesor dalam bidang Ilmu Keperawatan
Perguruan Tinggi Universitas Airlangga
Alamat Fakultas Keperawatan, Kampus C UNAIR,
Jl. Mulyorejo Surabaya 60115
Telp./Faks. 031. 5913752, Faks: 031. 5913257
Alamat Rumah Keputih Tegal Timur no. 62 Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
Telp./Hp 081 3396 50000

RIWAYAT PENDIDIKAN

Pendidikan Dasar dan Menengah
1979 Lulus SDN Pojok, Kec. Wates, Kab. Kediri
1982 Lulus SMPN I Wates, Kab. Kediri
1985 Lulus SMAN Kandat, Kab. Kediri

Pendidikan Tinggi
1988 Lulus Akademi Keperawatan Soetomo Depkes Surabaya
1991 Lulus Medical Surgical Nursing, Lambton College, Sarnia Ontario,
Canada
1997 Lulus Master of Nursing (Coursework), Univeristy of Wollongong,
NSW, Australia
1998 Lulus Honours Master of Nursing (Research) Univeristy of
Wollongong, NSW, Australia
2005 Lulus Doktor, Ilmu Kedokteran, Program Pasca Sarjana, Universitas
Airlangga (UA)

RIWAYAT JABATANFUNGSIONAL

20-9-1994 Asisten Madya
4-9-1998 Asisten
9-2-1999 Asisten Ahli Madya
18-4-2001 Asisten Ahli
14-5-2004 Lektor
1-8-2006 Lektor Kepala
1-10-2013 Profesor

RIWAYAT PANGKAT DAN GOLONGAN

24-06- 1989 CPNS
15-3-1990 PNS II/b
1-7-1993 II/c
20-9-1994 II/d
26-10-1998 III/a
18-4-2001 III/b
14-5-2004 III/c
15-6-2006 III/d
9-12-2008 IV/a
13 -09- 2011 IV/b

RIWAYAT PEKERJAAN

1989 – 1998 Dosen pada Akper Anestesi Depkes Surabaya
1999 – sekarang Dosen pada PSIK FK / FKp UA
2000 – 2008 Wakil Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan FK UA
2008 – 2010 Dekan Fakultas Keperawatan (FKp) UA
2010 – 2015 Manajer Keperawatan Rumah Sakit UA

RIWAYAT ORGANISASI

1985-1987 Ketua IKM Akper Soetomo Depkes Surabaya
2000 – 2005 Ketua POKJA (Kelompok Kerja) Keperawatan Jawa Timur
2000 – 2010 Wakil Ketua organisasi (Diklat) Persatuan Perawat Nasional Indonesia
(PPNI) Jawa Timur
2005 - sekarang Ketua Dewan Redaksi Jurnal Ners (terakreditasi)
2010 – 2015 Ketua Majelis Kode Etik Keperawatan PPNI Jawa Timur dan Penasehat
PPNI Kota Surabaya
2013-2018 Ketua Bid. Pengembangan dan Penelitian Asosiasi Institusi Pendidikan  Ners Indonesia.

ners.unair.ac.id
read more

Sabtu, 11 Mei 2013

CARA BARU ENYAHKAN VARISES

Surabaya – Bagi kaum perempuan varises bisa merupakan mimpi buruk bagi penampilan cantik mereka. Kulit kaki yang sangat mulus akan bisa terlihat rusak dengan pembuluh darah yang menyembul ke permukaan kulit. Varises atau dalam bahasa latinnya Varicose Veinmerupakan pelebaran pembuluh darah yang sering terjadi di vena. Vena adalah pembuluh darah yang membawa darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung. Vena dilengkapi klep-klep yang mencegah aliran darah kembali (refluks). Varises terjadi jika vena rusak atau bocor.


Beberapa faktor yang menyebabkan varises, misal beban tubuh yang terlalu besar, usia lebih dari 50 tahun, kehamilan sering yang lebih dari empat kali, pemakaian kontrasepsi yang berkepanjangan, dan bisa juga dikarenakan faktor keturunan. “Varises juga bisa terjadi pada seseorang yang memiliki telapak kaki yang rata,” tambah Prof. Dr. med. dr. Puruhito Sp.BTKV (K), ahli bedah toraks, kardiak, dan vaskular dari Universitas Airlangga. Prof. Puruhito menambahkan, varises lebih sering terjadi pada kaum wanita karena faktor hormonal.

Ada 3 (tiga) jenis varises yang dikenal dalam dunia medis, yakni varises halus (kapiler), varises jala (retikuler), dan varises trunkal (besar). Dari ke-3 varises tersebut, varises kapiler dikeluhkan hanya sebatas mengganggu kecantikan kulit, sedangkan varises retikuler dan varises jala selain tidak enak dipandang juga menimbulkan rasa sakit.

Selama ini ada beberapa jenis pengobatan yang bisa ditempuh untuk menghilangkan atau menyamarkan varises yang dilakukan antara lain dengan obat antiflogistik, bebat kompresi, bedah. Obat antiflogistik dan bebat kompresi dinilai kurang efektif karena hanya bekerja meredakan nyeri dan memperkuat dinding vena, tidak menghilangkan vena yang rusak sehingga varises masih bisa kambuh. Sementara itu, kelemahan pengobatan varises menggunakan bedah adalah kemungkinan adanya vena yang rusak yang belum terambil sehingga varises masih bisa kambuh.

Salah satu tindakan medis yang baru diperkenalkan adalah terapi ablasi laser atau Endovenous Laser Therapy (EVLT). EVLT merupakan cara pengobatan varises menggunakan laser. Laser yang digunakan adalah laser dioda dengan panjang gelombang 1470 nm. Ablasi sendiri artinya merusak, jadi prinsip kerja EVLT ini adalah memanfaatkan energi laser untuk merusak varises.

Metode ini termasuk operasi kecil yang mempunyai banyak kelebihan diantaranya tidak merusak jaringan sehat di sekitarnya, dan prosedur operasi yang singkat. Sebelum dilakukan operasi, pasien diperiksa menggunakan USG Duplex Scan untuk menentukan lokasi titik refluks dan menentukan besarnya diameter vena yang sakit. Setelah titik refluks dipetakan, barulah dilakukan prosedur operasi. Dilanjutkan dengan anastesi lokal pada pasien kemudian kateter dimasukkan ke dalam pembuluh vena. “Laser bekerja mengempeskan dan merusak vena yang sakit,” jelas Mantan Rektor Universitas Airlangga ini.

Metode pengobatan baru ini diperkenalkan pada acara SURVUE-3 (Surabaya Venous Update-3) yang diadakan atas kerjasama Perhimpunan Dokter Bedah Torak, Kardiak, dan Vaskular Indonesia (HBTKVI) dan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) pada Rabu tanggal 24 April di RSUA. Pada acara ini juga turut diperkenalkan alat laser yang digunakan dalam metode ini. Alat ini merupakan yang baru satu-satunya ada di Indonesia.

“RSUA mendapat kesempatan untuk meminjam alat dan melakukan sosialisasi metode pengobatan baru bagi penyakit varises. Harapan kedepannya RSUA akan mempunyai alat ini sehingga akan menjadi rumah sakit pertama yang menawarkan pengobatan baru ini,” jelas dr. Hendri Susilo, salah satu panitia SURVUE 3 ini.

Pada kesempatan kali itu, terdapat 5 (lima) orang yang akan menjalani operasi varises, empat diantaranya menggunakan metode baru EVLT ini. Proses jalannya operasi dapat disaksikan oleh peserta workshop melalui layar. “Operasi menggunakan metode EVLT ini berlangsung antara 20-30 menit,” tambah dr. Hendri.

Nah, bagi Anda yang memiliki varises di kaki siap mencoba metode EVLT ini untuk membebaskan kulit cantik Anda dari varises? Saatnya Anda bisa coba datang ke RSUA, karena Prof. Puruhito akan membuka praktek operasi varises dengan metode EVLT ini di RSUA mulai pukul 9 pagi hingga siang. “Sampai sekarang, sehari bisa 1-5 pasien,” imbuhnya.

sumber: unair. ac. id
read more

Jumat, 22 Maret 2013

Jago matematika, siswa diminta jadi guru

Dima dipercaya untuk mengajar matematika saat jam istirahat makan siang

Sekolah Dasar Edward Wilson di London Barat baru-baru ini mendapatkan tambahan staf pengajar yang tidak biasa.

Dia adalah Dima, bocah berusia 10 tahun yang juga masih duduk sebagai pelajar di sekolah tersebut.

Kemampuan matematika Dima dinilai luar biasa dan dianggap layak untuk memberi pelajaran tambahan bidang studi menghitung tersebut saat istirahat makan siang.

Kepintarannya di bidang matematika ini juga dipuji oleh sesama pelajar.

Matematika hanyalah sebuah bahasa lain yang bisa dipakai oleh orang lain. Matematika adalah hal yang luar biasa yang anda butuhkan di dalam kehidupan, ujar Dima saat ditanya kenapa dia suka matematika.


Dari UkrainaSejumlah teman satu sekolah yang kini menjadi muridnya mengaku senang saat diajar oleh Dima.

Saya merasa jadi lebih mudah, jadi bisa bertanya banyak pertanyaan kepadanya jika anda menemui masalah dengan matematika, ujar seorang siswi.

Kadang dia memberi soal yang mudah, kadang memberi pertanyaan yang sulit, kata seorang pelajar lainnya.

Sementara seorang guru mengaku senang dengan kemampuan Dima yang bisa membantu mengajar di kelas.

Kemampuan Dima ini juga dianggap luar biasa mengingat saat pertama kali pindah dari Ukraina ke Inggris tiga setengah tahun lalu, dia sama sekali belum bisa berbahasa Inggris.

Laporan video tentang Dima ini dibuat oleh reporter anak-anak Akademi Paddington dalam program Student Reports.

(bbc/bbc) http://news.detik.com
read more

Sabtu, 16 Maret 2013

Ayo Persiapkan Dirimu untuk SBMPTN 2013


Jakarta,- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh meluncurkan program Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 kemarin di Gedung A, Komplek Kemdikbud.
Minat publik untuk masuk PTN hingga kini masih sangat besar. Inilah mengapa, menurut Nuh kualitas PTN harus tetap dijaga. “Yang diperlukan Perguruan Tinggi Negeri adalah prestasi dan layanan terbaiknya,” ujar Nuh.
SBMPTN 2013 diikuti 62 PTN. “Tahun ini IAIN Walisongo Semarang bergabung,” ujar Ketua Umum SBMPTN 2013, Akhmaloka. SBMPTN merupakan seleksi berbasis hasil ujian tertulis dan dilakukan dengan atau tanpa ujian keterampilan.
SBMPTN 2013 didukung oleh PT Telkom dan Bank Mandiri. “Buat layanan semurah dan semudah mungkin,” pesan Nuh kepada kedua pihak terkait.
Nuh berharap SBMPTN mampu meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Senada dengan Nuh, Akhmaloka berpesan agar siswa mempersiapkan diri untuk mengikuti SBMPTN 2013. “Pendaftaran dilakukan secara online mulai 13 Mei 2013 pukul 08.00 WIB dan ditutup pada 7 Juni 2013 pukul 22.00 WIB,” ucap rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.
Jadwal SBMPTN 2013:
10 Mei - 4 Juni 2013: Masa pembayaran biaya seleksi via Bank Mandiri.
13 Mei - 7 Juni 2013: Pendaftaran secara online.
18 - 19 Juni 2013: Ujian tertulis.
20 dan/atau 21 Juni 2013: Ujian keterampilan.
12 Juli 2013: Pengumuman hasil seleksi.
Pada kesempatan yang sama, Nuh juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Biaya Kuliah Tunggal (BKT) akan diberlakukan. Hal ini merupakan bagian dari transparansi PTN. Dengan begitu, setiap calon mahasiswa dapat memperkirakan jumlah biaya yang harus dikeluarkan selama mengenyam pendidikan tinggi.
Terkait seleksi masuk PTN, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 dikhususkan hanya bagi siswa yang lulus Ujian Nasional (UN) 2013. Sedangkan lulusan 2011 dan 2012 dapat mengikuti SBMPTN 2013. Selain SNMPTN dan SBMPTN, lulusan SMA/sederajat juga dapat menjadi mahasiswa PTN melalui seleksi mandiri yang digelar masing-masing PTN. (DH/FH)
Informasi lebih lanjut: sbmptn.or.id
Sumber:dikti.go.id
read more

Jumat, 08 Maret 2013

Kakek Berusia 106 Tahun Terima Gelar Diploma

DIKTI – Seorang kakek berusia 106 tahun yang putus sekolah karena harus membantu ibu dan kelima saudaranya akhirnya mendapat ijazah sekolah menengah atas.


Frank Butler mendapat gelar pemberian diploma kehormatan dalam upacara khusus di Beverly High School, Amerika Serikat. Dengan emosional dia mengucapkan terima kasih atas pemberian diploma kehormatan itu.

“Saya tidak pernah memperkirakan akan mendapatkan seperti ini. Saya benar-benar menghargainya,” tuturnya seperti dikutip The Boston Globe.

Diploma yang diperolehnya ditaruh di atas pahanya karena dia duduk di kursi roda dan dengan jarinya yang ringkih dia memegangnya. Wajahnya, seperti dilaporkan The Boston Globe, penuh kegembiraan.

Tekankan pentingnya pendidikan

Butler lahir tahun 1906 dan di masa kecil dia bekerja di sebuah perusahaan percetakan kecil setiap pagi serta masuk sekolah sore selepas kerja di Beverly. Ketika mendapat tawaran pekerjaan tetap di perusahaan itu -saat duduk di kelas delapan- dia menerimanya dan meninggalkan sekolah karena harus membantu ibunya membesarkan dia dan kelima saudaranya.

Butler sempat masuk tentara dan ikut bertempur di Inggris serta Filipina pada masa Perang Dunia II dan belakangan bekerja pada departemen perairan kota.

Menantunya, Cathy Butler, mengatakan Frank selalu menyesal keluar dari sekolah dan menekankan kepada anak cucu dan cicitnya tentang pentingnya pendidikan.

“Dia menyesal tidak punya diploma namun dia selalu menjunjung semua nilai-nilai sekolah menengah atas yang diharapkan,” tutur Cathy.

Kelima anaknya juga bersekolah di Beverly dan saat upacara pemberian diploma, cicitnya juga ikut hadir dan berfoto bersamanya.

Sumber: dikti.go.id
read more

Selasa, 05 Maret 2013

RAIH GELAR DOKTOR DENGAN NANOGOLD “SUSUK EMAS” MODERN


Berharap masyarakat menjadi lebih teredukasi bahwa "cantik itu tidak harus putih".

Unair, Surabaya--Kebudayaan Indonesia tentu tidak asing dengan ritual susuk emas. Susuk sendiri dimaknai sebagai suatu cara memasukkan benda asing ke dalam tubuh seseorang secara spiritual. Susuk dilakukan oleh mereka yang ingin mendapatkan kelebihan, entah kekuatan, kecantikan, pengasihan, dan lain-lain. Berbagai berbagai medium yang dapat digunakan sebagai susuk, antara lain emas, perak, dan berlian. Sejak dahulu kala susuk emas diyakini oleh masyarakat dapat menjadikan tubuh orang yang disusuk akan menjadi awet muda dan cantik.

Ternyata susuk emas ini tidak hanya di Indonesia, fakta ini diungkapkan oleh Dr. Titik Taufikurohmah, S.Si., M.Si., mahasiswa S3 Universitas Airlangga yang baru saja meraih gelar Doktor pada Rabu (13/2) lalu. Menurut Titik, di Cina dan Mesir juga ditemukan catatan bahwa masyarakatnya kala itu menggunakan susuk emas. Hanya saja dengan cara yang berbeda, “Di Cina, emas dihancurkan hingga berbentuk serbuk kemudian ditambahkan ke dalam bubur yang hanya dikonsumsi oleh keluarga kerajaan saja. Sementara di Mesir, serbuk emas digunakan sebagai lulur atau masker. Di Indonesia sendiri, emas dibentuk menjadi batangan-batangan kecil seperti jarum kemudia dimasukkan ke dalam kulit,” jelas peneliti yang juga Koordinator PI-UMKM Daerah Wilayah Surabaya.

Sebagai peneliti, Titik tentu saja tidak begitu saja percaya dengan hal-hal magis yang menyertai penanaman susuk emas di tubuh manusia, Ia berkeyakinan pasti ada penjelasan ilmiahnya tentang semua itu. Keyakinan itulah yang kemudian membawa Titik ke dalam penelitian tentang manfaat emas dalam dunia kecantikan.

Perjalanan penelitiannya ini berawal sejak tahun 2003 saat ia mengambil studi S2 di Universitas Airlangga, saat itu Titik meneliti tentang Sun Screen yang berasal dari kencur. Penelitiannya terus berkembang hingga tahun 2008, ketika itu ia meneliti proses sintesis Sun Screen tersebut hingga kemudian berkembang kembali pada kosmeting anti aging. Dalam perjalanan penelitiannya tersebut, peneliti yang juga merupakan Mitra Bestari BPPT-Ristek ini juga menemukan fakta bahwa emas dapat mengoptimalisasikan aktifitas sun screen.

“Emas dapat meningkatkan serapan pada wilayah UV sehingga meningkatkan aktifitas sun screen. Hal ini telah saya teliti dengan menggunakan uji in vitro menggunakan alat dan in vivo dengan mencit. Dalam penelitian tersebut salah satu aspek yang saya amati adalah kuantitas kolagen dalam persen luas area,” papar ibu dari lima orang anak ini.

Berbekal data dan fakta yang ia temukan, Titik mulai mengembangkan penelitian “susuk emas”nya. Emas yang digunakan ibu yang bertempat tinggal di Gunung Anyar Surabaya ini merupakan emas murni 24 karat, karena menurut Titik jika emas yang digunakan terkandung bahan campuran lain akan membahayakan. Batangan emas kemudian diubah ke dalam ukuran mikropartikel.

“Emas dalam ukuran mikropartikel ini nantinya akan terliberasi dalam satuan-satuan kecil yang disebut cluster. Cluster ini berukuran nanometer, itu mengapa saya menamakan produk temuan saya ini NANOGOLD.

Dari hasil uji coba yang telah dilakukan kepada mencit, emas dalam bentuk mikropartikel yang dimasukkan ke dalam tubuh nantinya akan terliberasi karena suasana kimiawi sel dalam tubuh. Sel yang diberikan nanopartikel emas akan terlihat berwarna ungu. “Saat hewan uji dipapar mercury tanpa nanopartikel emas jumlah sel dan kolagennya menyusut, banyak yang mati. Hal ini sama dengan seseorang yang terus menerus terpapar mercury dari kosmetik atau lainnya, kulitnya akan cenderung tidak kencang karena serabut kolagen banyak yang hilang dan digantikan oleh sel lemak. Sementara fungsi nanopartikel emas adalah mengembalikan jumlah dan fungsi kolagen itu kembali normal,” jelas Titik.

Terkait penelitiannya ini, Titik melihat fenomena kosmetik yang mengandung mercury banyak sekali ditemukan di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, BPOM telah melakukan investigasi 5 dari 6 kosmetik yang berasal dari klinik-klinik besar di Surabaya mengandung Mercury.

“Selama ini banyak orang yang menemui saya dengan kondisi kulit yang sudah rebound. Rebound sendiri adalah kondisi munculnya flek hitam, jerawat, dan sel lemak yang menumpuk di dalam kulit. Hal ini biasa terjadi pada mereka yang menghentikan penggunaan kosmetik perawatan kulit yang mengandung mercury, banyak dijumpai pada ibu hamil karena dokter melarang penggunaan kosmetik. Karena Mercury itu berfungsi menekan penciptaan sel pigmen yang terjadi pada melanosid, selain itu juga mercury berfungsi sebagai bleaching karena dia mampu menghilangkan noda di kulit karena melakukan oksidasi besar-besaran. Efek dari kedua fungsi tersebut adalah kulit menjadi putih dalam seketika. Namun, begitu ada kesempatan sel pigmen tumbuh saat kita tidak menggunakan produk lagi, maka efek rebound yang terjadi,” papar Titik.

Di sinilah fungsi yang bisa diambil oleh nanopartikel emas, ia akan mengembalikan kembali fungsi kolagen, sel pigmen, dan lain-lain menjadi normal kembali. Menurut Titik, seseorang menggunakan nanopartikel emas wajahnya tidak akan menjadi putih seketika, perlu waktu untuk mengembalikan kondisi kulit menjadi normal. “Efek pemakaian emas ini tidak seketika dan memang bukan memutihkan, melainkan mengembalikan kulit sebagaimana aslinya. Jika warna aslinya sawo matang ya sawo matang,” tutur peneliti yang juga dosen Kimia Unesa ini.

Di pasaran terdapat banyak sekali produk yang dikatakan mengandung emas dengan harga yang mahal. Menurut Titik hal ini disebabkan, emas yang digunakan bukan merupakan nanomaterial tapi masih menggunakan mikropartikel. Jadi, 1 gram emas hanya menghasilkan 1 gram mikropartikel emas. “Wajar jika harganya mahal, tapi produk yang saya temukan menggunakan nanomaterial yang berukuran 20 ppm. Padahal, 1 gram emas itu saja dapat menghasilkan 1000 ppm, jadi harga produk yang menggunakan nanomaterial akan jauh lebih murah,” sergah peneliti yang lahir 13 April 1968 ini.

Hasil penelitian yang telah diujikan pada hewan uji menunjukkan beberapa efek dari penggunaan nanopartikel emas ini, antara lain dari uji aktifitas emas ternyata mampu meredam radikal bebas dengan kata lain berfungsi sebagai antioksidan. Lantas apa bedanya antioksidan yang dimiliki oleh emas dengan antioksidan yang umum diketahui oleh masyarakat?

Menurut istri dari Sutiyono ini, antioksidan yang umum seperti vitamin C dan E itu gampang rusak. Sekali vitamin tersebut bertugas menyerap radikal bebas kemudian teroksidasi, maka langsung rusak dan tidak dapat aktif kembali. “Bahkan jika kita membeli krim wajah di pasaran, begitu dibuka maka vitamin C dan E akan teroksidasi sehingga tidak bisa berfungsi maksimal,” tuturnya.

Hal ini berbeda dengan nanopartikel emas, emas dalam hal ini bersifat katalis sehingga ketika teroksidasi akan langsung tereduksi kembali. Sehingga tidak ada rusaknya. Bahkan menurut penelitian yang telah dilakukan Titik, membuktikan bahwa kemampuan emas sebagai antioksidan 3x lebih baik dari Vitamin C.

Melalui penelitiannya ini, Titik berharap masyarakat menjadi lebih teredukasi bahwa cantik itu tidak harus putih. Terlebih jika kecantikannya itu didapat secara instan. Karena paradigma dalam masyarakat itulah menjadikan celah banyaknya oknum yang berbuat curang dengan menambahkan zat berbahaya di dalam kosmetik. “Pemerintah harus lebih aware terhadap pengurusan ijin BPOM. Karena di luar sana banyak kosmetik yang tidak mempunyai sertifikasi BPOM atau yang mempunyai sertifikasi tetapi tetap mencampurkan bahan-bahan berbahaya. Sementara produsen kosmetik yang menggunakan bahan alami menjadi terkena imbasnya karena perijinan yang sulit untuk mendapat sertifikasi BPOM,” tuturnya.

Ia sendiri hingga kini masih berjuang mendapatkan sertifikasi BPOM untuk produk NANOGOLDnya. Meskipun begitu sejak 2011-2012, kosmetik yang ditemukannya sudah dipasarkan kepada kolega, mahasiswa, teman, serta saudara terdekatnya. Siapa sangka dalam kurun waktu satu tahun saja, omzet penjualan NANOGOLD bisa mencapai 200 juta. Produk yang ia pasarkan berupa krim wajah, serum, dan sabun alami pun laris manis diserbu customer yang sebelumnya menjadi korban kosmetik bermecury.

“Saya hanya ingin seseorang yang sebelumnya terkena imbas buruk dari kosmetik bermecury bisa kembali normal kulitnya. Yang lebih penting lagi kepercayaan dirinya kembali,” tukasnya.

Dosen yang juga peneliti ini sepertinya tidak pernah memiliki rasa lelah. Selain harus mengurus 5 orang anaknya, menjadi dosen, melakukan penyuluhan dan penelitian, Titik juga berhasil mengukir prestasi lain karena mampu menerbitkan penelitiannya di jurnal internasional berturut-turut selama 3 tahun. Kali pertama di tahun 2010, Titik membutuhkan waktu 6 bulan proses untuk review dan revisi jurnal. Kali kedua dan ketiga di tahun 2011 dan 2012, “Awalnya ragu tapi akhirnya modal nekat, mengirimkan penelitian ke jurnal internasional itu harus gigih, jangan menyerah jika banyak sekali revisi yang harus diperbaiki. Jika kita sudah mengetahui gaya selingkungnya, akan lebih mudah, di jurnal internasional saya yang terakhir hanya membutuhkan waktu dua bulan proses hingga terbit,” tandasnya.

Dr. Titik Taufikurohmah, S.Si., M.Si., mahasiswa S3 Universitas Airlangga yang baru saja meraih gelar Doktor pada Rabu (13/2) lalu.
read more

Jumat, 01 Maret 2013

3.617 Dosen Siap Perangi Narkoba di Perguruan Tinggi

JAKARTA - Tak lama lagi, kampus di seluruh Indonesia akan bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba karena akan dibentuk sebuah lembaga otonom yang dikomandoi sebanyak 3.617 orang dosen dari seluruh perguruan tinggi se Indonesia.

“Tahun 2013 badan otonom ini, efektif bekerja di seluruh kampus-kampus Indonesia. Target kami kampus harus bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Dosen berperan aktif tidak hanya sebagai pengajar saja tetapi juga kepada pembentukan sikap mahasiswa dalam berperilaku yang baik, etis dan berprestasi, serta memiliki kekuatan karakter, spiritual dan berbadan sehat," ujar Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), Prof Dr Armai Arief MA, kepada wartawan, seusai pembukaan pelatihan kader anti narkoba, di Aula Ahmad Dahlan, Kampus Universitas Muhamadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (28/2/2013).

Pelatihan advokasi kader antinarkoba yang diadakan dua hari, diselenggarakan Deputi Pencegahan Badan Narkoba Nasional (BNN) diikuti sekitar 130 orang dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta se Indonesia. BNN menampilkan nara sumber, Brigjen Pol Dr Victor Pudjiadi, Dr Aisyah Dahlan dan Benny J Mamoto.
Armai mengungkapkan keprihatinan terhadap jumlah pemakai dan penyalahgunaan narkoba di lingkungangan kampus yang terus meningkat.

Hasil penelitian tahun 2008 tercatat 3,3 juta orang, di tahun 2011 menjadi 4,3 juta orang. Kurun tiga tahun terjadi kenaikan 500 ribu hingga 900 ribu orang. Dua kelompok terbesar adalah kalangan pekerja 70 persen dan mahasiswa 22 persen.

“ADI sebagai organisasi profesi menganggap perlu bekerjasama dengan semua pihak terutama BNN dalam upaya pencegahan sedini mungkin segala bentuk pemakaian dan penyalahgunaan narkoba dilingkungan perguruan tinggi,” ujarnya.

Data ADI tercatat sebanyak 3.617 dosen pengajar berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta, mereka akan berkerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan menjadikan para dosen sebagai konselor narkoba.

“Para dosen ini bertanggungjawab terhadap perkembangan setiap kampus dengan mengamati dan melakukan pendekatan kepada mahasiswanya untuk memberikan bimbingan seoptimal mungkin dan tidak terjerumus dalam pergaulan menyimpang dengan menkonsumsi narkoba,” jelasnya.

Diakui bagi perguruan tinggi upaya penanggulangan dan sosialisasi memegang peranan sangat penting karena selama ini belum ada penanganan serius. Pemecahan permasalahan tersebut oleh pihak pemerintah dan perguruan tinggi cenderung diserahkan kepada mahasiswa sehingga menjadi tanggung jawab pribadi bukan institusi.

Menurut Armai, dari setiap kasus narkoba yang menimpa mahasiswa lebih banyak yang tidak membuat jera. Ketika ditahan mahasiswa akan berinteraksi dengan sesama pemakai atau pengedar sehingga perbuatan kesalahan akan semakin parah. ADI menganggap perlunya didirikan lembaga pencegahan, pengobatan dan penyembuhan dengan tujuan agar dilakukan pencegahan kepada semua mahasiswa agar tidak terlibat dengan narkoba.

id.berita.yahoo
read more

Senin, 18 Februari 2013

Mahasiswa Indonesia Juara Pertama Festival Pemuda Dunia di India

India — Mahasiwa Indonesia berhasil merebut juara pertama even budaya pada Festival Pemuda Dunia atau International Youth Festival 2012-2013 di Pune, India, pada 10 Februari lalu. Prestasi ini mereka raih setelah menampilkan Tari Saman dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Mereka berhasil menyisihkan pesaing dari 25 negara peserta.





Hal ini disampaikan oleh Konsul Jenderal RI Mumbai, India, Indra Kesuma Oesman, melalui siaran pers yang diterima oleh Pusat Informasi dan Humas, Kemdikbud, Jumat (15/2/2013).

Indra mengatakan, ajang tahunan ini diselenggarakan oleh Universitas Pune. Pelaksanaannya mendapatkan sambutan luar biasa dari 1.000 tamu undangan dan masyarakat luas. “Kegiatan melombakan kesenian dan kebudayaan dari mahasiswa asing yang kuliah di sebanyak 40 perguruan tinggi dan politeknik afiliasi,” katanya.

Sebelumnya, pada festival tersebut, para mahasiswa Indonesia menyajikan kuliner Indonesia seperti risoles, bakwan, es buah, lapis legit dan godok pisang. Universitas Pune merupakan salah satu perguruan tinggi ternama di India yang berdiri sejak tahun 1948 dan memiliki 170.000 mahasiswa lokal, serta mahasiswa asing dari 104 negara.

Saat ini tercatat sebanyak 15 mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas Pune dan afiliasinya seperti Spicer Memorial College dan Symbiosis International University. “Meski jumlah mereka sedikit, namun semangat dan perjuangan mereka mempromosikan kesenian dan kebudayaan Indonesia patut mendapatkan penghargaan,” kata Indra. (ASW)

Sumber: kemdikbud.go.id
read more

Sabtu, 16 Februari 2013

LANDASAN-LANDASAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN


UM,- TEORI-TEORI DAN DISKURSUS (WHITE PAPER)
          Oleh Mahasiswa Program S3 Doktor Manajemen Pendidikan 


Dokumen ini merupakan hasil karya Mahasiswa Program Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM) untuk menyelesaikan  kuliaLandasan-Landasan  Pendidikan dan Pembelajaran yang dibina oleh Dr. Kusmintardjo, M.Pd dan Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd. Dokumen ini memuat tulisan- tulisan mengenai teori-teori sebagai landasan-landasan pendidikan dan  pembelajaran.  Sekalipun  telah  diusahakan  untuk  ditulis dengan cermat disadari bahwa dalam tulisan-tulisan yang termuat pada dokumen ini masih ada hal-hal yang perlu disempurnakan. Untuk itu saran dan kritik untuk penyempurnaan menjadi sebuah buku sangatlah kami perlukan.

Kami berterima kasih kepada Bapak Kusmintardjo dan Bapak Willem Mantja atas kesabaran, profesionalisme, kebijak- sanaan, dan kedisiplinan Beliau di dalam membina kami, semoga Allah memberikan hikmah dan rahmad kepada Beliau.

Kebersamaan dan jiwa korsa yang telah kami bangun di- antara Mahasiswa Program Doktor Manajemen Pendidikan Angkatan 2011/2012, yang kami beri nama D25,  kami harapkan terus bertumbuh menjadi keterkaitan profesional dalam mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Akhirnya kami berharap dokumen ini  dapat bermanfaat untuk pembelajaran ilmu-ilmu pendidikan. Kami berharap agar ilmu pengetahuan selalu dimanfaatkan untuk kemaslahatan dan kebaikan  masyarakat. Bagi kami teori tanpa ada manfaatnya bagi kehidupan  masyarakat  merupakan  cahaya  tanpa  pijar.  Terimakasih.

                                   MalangJanuari 2013



*****
Seluruh Mahasiswa Program Doktor Manajemen Pendidikan bertekad untuk menjadi pribadi yang cerdas, progresif, bijaksana, santun, dan bermartabat untuk kemanfaatan pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat (Komunitas D25/Doktor 25).

****
D25 Community:

SUYITNO-MARSELINUS HERITELUNA-SRI WAHYUNI-M. JAMAL ABDUL NASIR-FATHURRAHMAN-SOIM-AGUS YUDI ASMORO-NI MADE INDIANI-ABDUL HALIM-ASMONI-SUPRIYONO-FIRMAN TELAUMBANUA- MAHFUD MAHMUD GAMMAR-ALBERTUS HARIPRASETYA-ABDUL MAJIR-SASONGKO-ASEP SUNANDAR- RUSLAN-JOJON SUHERMAN-ARIE AMBARWATI-SIGIT PRASETYA-ARIF MASRYURI-SYAMSUL HADI HM- MOHAMMAD KUSWADI-ABU BAKAR


Daftar Isi

Landasan-Landasan Pendidikan ........................................ 5
Bagian 1: Landasan Filosofis Pendidikan .......................... 6
Bagian 2: Landasan Historis ........................................... 19
Bagian 3: Landasan Ekonomi .......................................... 47
Bagian 4: Landasan Politik .............................................. 64
Bagian 5: Landasan Sosiologi/Sosial ............................... 86
Bagian 6: Landasan Psikologis ...................................... 101
Bagian 7: Landasan Antrophologis ................................ 127
Bagian 8: Landasan Komparatif.................................... 145

Landasan-Landasan Pembelajaran ................................. 181
Bagian 1: Landasan Behavioristik ................................. 182
Bagian 2: Landasan Kognitivistik ................................. 203
Bagian 3: Landasan Konstruktivistik ............................ 226
Bagian 4: Landasan Humanistik .................................... 263
Bagian 5: Landasan Kontekstual (CTL) ........................ 277
Bagian 6: Landasan Ketrampilan Proses........................ 314
Bagian 7: Landasan Berbasis Masalah (PBL)................ 333
Bagian 8: Landasan Kooperatif...................................... 356
Bagian 9: Taksonomi Tujuan Pembelajaran .................. 376



LANDASAN-LANDASAN PENDIDIKAN selengkapnya ------> KLIK DISINI
read more

Jumat, 08 Februari 2013

Direktur Pendidikan Tinggi: Harapannya, Uang Kuliah Tak Akan Naik

JAKARTA, — Meski uang pangkal untuk perkuliahan di perguruan tinggi negeri (PTN) ditiadakan, uang kuliah per semester tetap wajib ditanggung oleh para mahasiswa. Namun, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud Djoko Santoso mengharapkan PTN tidak akan menaikkan lagi uang kuliah per semester.

Kenaikan besaran uang kuliah, lanjutnya, biasanya terjadi akibat kondisi sosial ekonomi di daerah masing-masing, seperti inflasi dan kenaikan upah minimum provinsi (UMP).

“Uang kuliah tidak akan naik lagi harapannya. Biasanya PTN menaikkan biaya kuliah karena ada inflasi atau UMP naik,” kata Djoko di Gedung D Dikti, Jakarta, Senin (4/2/2013).

Untuk mengantisipasi PTN menaikkan uang kuliah secara signifikan, pihaknya telah membuat tim untuk menentukan harga satuan berdasarkan program studi, wilayah PTN, dan karakteristiknya. Ditargetkan susunan daftar harga satuan ini akan segera selesai akhir Februari ini dan dapat disebarluaskan kepada publik.

“Februari ini nanti akan selesai unit cost atau harga satuan per prodi, per wilayah, dan karakteristik lainnya,” jelas Djoko.

“Nah uang kuliah ini tidak boleh melebihi unit cost. Kalau sampai melebihi unit cost nanti akan diusut kenapa bisa begitu,” imbuh Djoko.

Salah satu langkah agar uang kuliah ini juga tidak memberatkan mahasiswa maka muncul Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mulai diterapkan pada tahun akademik 2013/2014 mendatang. UKT ini hanya dibayarkan sekali per semester dan mahasiswa tidak akan lagi ditarik biaya di luar itu.

“UKT ini hanya dibayarkan sekali saja per semester. Jadi, kalau mau praktikum atau wisuda ini tidak akan tambah lagi,” tandasnya.

Sumber:dikti.go.id
read more

Rabu, 06 Februari 2013

Guru Ancam Demo Tuntut Pembayaran Tunjangan Sertifikasi

Kotabaru (ANTARA) - Sejumlah guru di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan mengancam melakukan demo menuntut pembayaran tunjangan sertifikasi periode Oktober 2012-Januari 2013.

"Kami akan melakukan demo, jika tunjangan tidak segera dibayarkan," kata seorang guru yang enaggan disebutkan namanya di Kotabaru, Rabu.

Ia menjelaskan, sejak Oktober sebagian guru yang telah bersertifikasi hingga saat ini belum menerima tunjangan profesi.

Padahal, kata dia, saat ini masuk periode 2013, kenapa pembayaran tunjangan sertifikasi bisa sampai terlambat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotabaru Murdianto MSi, mengakui masih ada guru yang telah bersertifikasi, namun belum menerima tunjangan sertifikasi.

"Tunjangan sertifikasi dicairkan setiap tiga bulan sekali," ujarnya.

Penyebab belum diterimanya uang tunjangan menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, diantaranya, masalah administrasi pencairan dana, dan perubahan nomer rekening guru yang bersangkutan, serta proses kliring giro.

Pihak bank tidak mau serta merta mentrasfer dana tunjangan pada nomer rekening baru, sebelum dikonfirmasi atau melihat bukti fisik dari guru penerima.

"Bank juga tidak bisa melakukan pengiriman satu persatu, namun akan dilakukan secara kolektif," imbuhnya.

Tindakan tersebut semata-mata sebagai bentuk kehati-hatian, bukan berniat mempersulit para guru, agar bank tidak salah kirim, dan guru penerima bisa lebih nyaman.

Bagi guru yang tidak melakukan perubahan rekening, dan tidak ada masalah administrasi yang lain, mereka akan menerima tunjangan sertifikasi sesuai dengan jadwal normal.

Dengan perbaikan administrasi tersebut, ke depan diharapkan tidak akan ada lagi keterlambatan pembayaran tunjangan sertifikasi.

Murdianto menurutkan, hingga saat ini jumnlah guru di Kotabaru yang sudah bersertifikasi sekitar 1.000 orang.

Dari jumlah tersebut, lebih 50 persen sudah menerima tunjangan sertifikasi.(rr)

http://id.berita.yahoo.com
read more